Blognya Sudibyo Pujo Wiyono

Berlari Mencoba meraih Mimpi

Ini yang kesatu . . .

Satu

Seraut wajah dalam ingatan sang waktu

“ tapi aku masih cinta ama kamu . . . . .”

Kata-kata itu yang selalu terngiang di kepalaku. Udara pagi yang dingin seolah mengajakku kembali ke pelukan kasur yang empuk punyaku. Tapi aku tidak bisa melakukan itu semua. Karena aku memiliki kewajiban yang harus aku lakukan setiap harinya. Sekolah , sekolah, sekolah . . . . . . .

Seiring dengan dentingan jam yang terus bergerak, aku segera beranjak dari kasur dan menininggalkan kekasihku yang selalu menemaniku tidur setiap malam. Ku nyalakan kompor, dan ku seduh air. Sambil menunggu air mendidih, aku beranjak kekamar mandi dan segera mungkin aku mengguyur badanku dengan air yang sangat dingin itu. Hmm, ,  air ku sudah mendidih. Lalu aku segera mengambil gelas dan aku beri gula secukupnya, sariwangi celupku sudah menanti untuk segera di seduh bersama gula dan air hangat. Emm , ,  lezat

Oh , , tidak jam di ponselku menunjukkan jam 6.45. aku segera menyandang tas dan mengambil sepatu bersama kaos kaki bau yang sudah seminggu tidak aku cuci. Mentari terus bergerak menuju arah barat. Bersama itu pulalah aku segera mengunci rumah kontrakanku.

Hari yang cerah, dengan ayunan langkah kaki pelajar yang memiliki tampang sedikit manis, semoga hari hari ini akan menjadi hari yang manis pula. Tiba-tiba langkah kaki ku perlahan memelan dan fikiranku terus melayang menyesali sikapku yang terlalu egois. Keegoisan yang membuat hidupku tak berarti seperti sekarang ini. Kenangan saat ia selalu ada untukku, selalu mengerti ku dan memahami ku. Tiba-tiba semua itu hilang begitu saja  hanya dalam sekejap di taman yang biadap itu.

“ sayang, ada apa si? Kok kelihatannya penting banget?”  dia menghampiriku dengan senyuman indahnya yang semakin membuatnya cantik.

“ duduk dulu”

“ ada apa si sayang?” dia menatapku dan aku juga menatapnya. Matanya indah sekali, seakan aku tidak mempu mengatakan ini semua.

“ aku mau tanya sama kamu!”

“ Ya udah tanya aja”

Aku diam, dia diam dan semua diam bahkan waktupun seolah berhenti berputar, angin yang biasanya membawa udara sejuk, saat itu udara menjadi panas.

“ sayang kamu buat aku penasaran aja si!”

“ beb apa benar kamu udah punya pacar lagi?” dia tertegun seolah ia terpojok di suatu pojokan yang tak jelas ujung pojoknya. Aku terus memandangnya, menatap matanya. Dan aku melihat mata indahnya berkaa-kaca.

“ kok kamu ngomong kayak gitu si sayang?”

Aku terdiam dalam bimbang. Aku tidak tahu apakah aku masih mencintainya atau tidak. Tiba-tiba terbesit dalam pikiranku kata ‘putus’ dan dengan bodohnya aku, aku mengucapkan kata itu.

“ kita putus” aku menatap matanya kembali. Kali ini matanya bukan hanya berkaca-kaca tapi matanya sudah berubah menjadi berair-air. Aku yakin  aku telah benghancurkan hatinya berkeping-keping seperti aku menghancurkan bawang bombay saat aku masak mie spesialku.

“ tapi aku masi cinta ama kamu . . . . .”

“ tapi aku mau putus” sebuah kata bodoh yang semakin menghancurkan hatinya. Dia terdiam dan air matapun mulai membasahi pipinya yang lembut itu.

“ kamu tega ya . . . . . .” dia lari dengan gaya khasnya dengan terus menggeru sepanjang ia berlari. Aku terus memandanginya hingga akhirnya ia tenggelam hilang ditelan benda beroda empat berwarna pink itu. Tidak lama kemudian benda itu ikut berlari dan menghilang di tikungan taman biadap ini.

“aduh , , ,”

Aku tejatuh dan mencoba bangkit. Tapi betapa malunya aku, orang se komplek menatapku seolah aku ini tontonan keluarga. Aku tersenyum dengan tidak ikhlas kepada semua orang yang terus menatap dan memperhatikan aku sepanjang aku jalan.

“ awas batu dibyo , , ,” aku terkejut dan melihat ke bawah. Ternyata itu hanya gurauan mbak yang cantik itu.

“ makanya jalan jangan melamun terus , , ,”

“ iya mbak, , ,” aku tersenyum sinis dan segera pergi. Ternyata aku masih teringat masa laluku , aku menepuk keningku dan segera pergi.

No comments yet»

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.